Sabtu, 03 November 2012

Peluang Investasi


Majalengka Segitiga Emas yang Menjanjikan

Majalengka, JM, Prinsip pengelolaan keuangan yang akuntabel, transparan, dan efesien merupakan salah satu kunci dalam menjalankan APBD. Di era otonomi daerah ini, pemerintah daerah dipacu untuk mampu mengelola keuangan secara mandiri, salah satunya bagaimana meningkatkan pendapatan yang tidak hanya mengandalkan retribusi daerah.

Menurut Kepala Dinas Pengelolaan dan Keuangan Daerah (DPKAD) Kabupaten Majalengka Drs.Eddy Noor Sudjatmiko, MSi, yang baru saja dilantik Bupati Majalengka Sutrisno, potensi besar pendapatan daerah bersumber dari 3 pajak yakni PJU, BPHTP, dan PBB. “Setelah saya dipercaya menjadi kepala DPKAD, saya siap melaksanakan tugas saya demi meningkatkan pelayanan untuk masyarakat,” kata mantan Kabid Anggaran DPKAD ini.

Dia menyebut potensi pajak dari PJU dengan terbukanya industri yang merambah Kabupaten Majalengka seperti pabrik tekstil dan pabrik rokok serta peluang investasi bagi investor, akan menambah pendapatan daerah. Selain itu, dengan adanya  pendapatan dari jasa bank atas investasi pemerintah daerah, tentu turut menambah pendapatan daerah.
“Saya setuju dengan langkah Bupati Sutrisno yang menata lebih dulu infrastruktur di wilayah Kabupaten Majalengka, guna memudahkan datangnya investor, agar ke depan bisa menggerakkan ekonomi rakyat dan pesatnya industri. Majalengka ke depan ibarat segitiga emas yang menjanjikan,” kata alumni S2 UGM ini.

Kabag Humas Setda Majalengka Maman Sutiman menambahkan, baru saja Bupati Sutrisno sudah mengundang kalangan dunia usaha, perbankan, dan investor dalam ekspos potensi daerah Kabupaten Majalengka. Kabupaten Majalengka dinilai prosfektif dengan segudang megaproyek bakal hadir ke Majalengka seperti relokasi pabrik tekstil, pembangunan Jalan Tol Cisumdawu, Tol Cikapa, pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) yang lokasinya di Kertajati Majalengka. “Kehadiran investor diharapkan mampu mengangkat Majalengka dan menyongsong sebagai kota metropolitan,” tandasnya. (gan)


KPUD Majalengka


Sosialisasi PILGUB JABAR dengan PESTA RAKYAT
 
Majalengka, (JM)
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Majalengka menggelar acara sosialisasi pemilihan Gubernur  (Pilgub) Jawa Barat tahun 2013 nanti, kali ini bertempat di Lapangan Pujasera Majalengka, Minggu, (28/10).

Ketua Sub Pokja Sosialisasi dan SDM KPU Kabupeten Majalengka, Deni Herdiana, SIP kepada Jurnal Majalengka mengatakan,” Sosialisasi dengan melibatkan LSM dari Yayasan  Konser Kampung Jatitujuh ini merupakan kegiatan yang ke dua kalinya setelah pada tanggal 11 Oktober lalu diselenggarakan di Jatitujuh. Ini yang kedua dan nanti akan diadakan yang ketiga kalinya yang rencananya di Kecamatan Talaga pada bulan depan. Tema pada kegiatan ini yakni “Festival Majalengka Kreatif Pesta Rakyat Gelar Budaya dan Sosialisasi Pilgub Jabar Cerdas Memilih.”

Dikatakan, LSM ini tergabung dari para seniman kawula muda yang tergabung dalam beberapa komunitas, yang tampil kali ini ada 8 komunitas seni yakni, kampong konser Jatitujuh, Napak Edutainment (bandung – Jatitujuh), Museum Konferensi Asia-Afrika-Bandung (MKAA), Saung Apresiasi Sastra Uiversitas Majalengka (UNMA), Monabe, Sanggar Hujan Keruh (SHK) Jatitujuh, Komunitas Sastra Majalengka (KSM) dab Skateboard Majalengka (Hellnone).

Para seniman tersebut menampilkan alat music khas ciptaan mereka masing-masing seperti belentung, gegesek dan brewek. Acara selalu diselingi dengan sosialisai Pilgub oleh pembawa acara seperti siapa warga yang berhak memilih di Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar. Diantaranya warga yang pada minggu, 24 Februari 2013 berusia 17 tahun atau lebih atau sudah/pernah kawin, bukan anggota TNI/Polri, terdaftar sebagai pemilih di daftar pemilih tetap (DPT), tidak sedang terganggu kejiwaan/ingatannya, dan tidak sedang dicabut hak pilihnya serta berdomisili minimal 6 bulan di Jawa barat.

Menurut Deni, dengan seni insyaallah sosialisasi akan lebih mengena khususnya para pemula dan kawula muda umumnya masyarakat di wilayah Kabupaten Majalengka. Harapannya akan tersampainya pesan-pesan untuk menggunakan hak pilih dengan memilih cerdas dan cermat sesuai hati nurani. Dana untuk sosialisasi di tiga tempat ini menghabiskan anggaran Rp. 30 juta.

Para seniman cukup antusias dan bangga dengan acara pentas seni rakyat ini yang dimulai pada pukul 09.00 WIB. Selamat  atas kinerja KPU Kabupaten Majalengka, selamat bekerja mensukseskan Pilgub Jabar yang akan dilaksanakan tepatnya hari Minggu tanggal 24 Februari 2013.Kami kawula muda siap menggunakan hak pilih, kata seorang seniman dalam sela-sela acara pentas seni. (bin)

Moralitas Anak Bangsa Merosot


Kasus Cabul Di Bawah Umur Marak

MAJALENGKA, (JM), Berkas perkara kasus pencabulan anak di bawah umur dengan tersangka Su (17) sudah dilimpahkan kepada pihak Kejaksaan Negeri Majalengka. Dalam waktu dekat ini, kasus yang membuat runtuhnya moralitas bangsa ini bakal segera disidangkan di Pengadilan Negeri Majalengka. Su, remaja putus sekolah itu harus berurusan dengan hukum karena dituduh berbuat cabul terhadap seorang anak TK.

Kronologis peristiwa tersebut, terkuat saat petugas Polsek Sumberjaya menangkap seorang remaja atas tuduhan mencabuli murid Taman Kanak-kanak (TK) beberapa waktu lalu. Remaja putus sekolah itu mencabuli korban hingga kemaluan korban robek.

SU (17), warga Desa Rancaputat, Blok Desa RT 01 RW 02 Kecamatan Sumberjaya mengaku khilaf. Dia nekat berbuat cabul terhadap LH (6), siswi sebuah TK di Kecamatan Sumberjaya, karena kerap menonton tayangan porno di dunia maya. Aksi cabul itu dilakukan di belakang sekolah (kamar mandi) saat jam istirahat.

Kapolsek Sumberjaya, Komisaris Polisi H Soeparno MH menjelaskan, berdasarkan pengakuan pelaku, peristiwa pencabulan dilakukan pada Rabu, 19 September 2012 sekitar pukul 10.30 WIB, yang sebelumnya ditangani pemerintah desa setempat. Pihak kepolisian baru mendapatkan laporan Jumat 21 September 2012 pukul 10.00 WIB. Aparat kepolisian, beserta kanit Reserse beserta satuan anggota Intel langsung melakukan olah TKP. “Kami langsung melakukan TKP dan membawa korban ke RS Sumber Waras, Ciwaringin untuk bukti visum. Kemudian kami memberikan arahan dan petunjuk hukum kepada keluarga korban untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Kami langsung melakukan penangkapan,”jelasnya  

Dijelaskan Soeparno, korban mengalami shock dan belum bisa mengatakan siapa pelaku. Namun demikian, korban hanya memberikan keterangan yang diketahuinya yakni “baju hitam” saja. Menurut penuturan sang ibu, korban disekap dan ditindih. Parahnya, pelaku memasukan jari-jarinya ke kemaluan korban, yang mengakibatkan korban mengalami pendarahan. “Hasil visum dan pemeriksaan dari dokter, kemaluan korban robek. Kemudian dari bukti celana dalam, terlihat berkas darah karena kemaluan korban terus mengeluarkan banyak darah,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Soeparno mengatakan, dari hasil penyelidikan, kejadian itu pertama kali diketahui oleh salah seorang ibu saat lewat di tempat kejadian. Saat itu, si ibu itu melihat seorang pria yang tidak diketahui identitasnya memakai baju hitam lari. Namun, ia mencurigai salah satu warganya berinisial SU tersebut. “Kami langsung mendatangi rumah yang bersangkutan. Sesampai di rumahnya, ternyata yang dicurigai tidak ada. Namun, pada jam 18.30 WIB, tiba-tiba yang kami cari datang ke rumah. Kami langsung melakukan penangkapan dan dibawa ke Mapolsek untuk dimintai keterangan. Setelah kami interogasi dan diperlihatkan foto sang anak (korban,), tersangka akhirnya mengakui tindakan bejatnya,” bebernya.

Menurut penuturan tersangka, dia khilaf melakukan tindakan bejat itu karena sering melihat film porno di dunia maya, sehingga timbul nafsu untuk melakukan tindakan itu. “Tersangka kami serahkan ke PPA Polres Majalengka untuk proses hukum selanjutnya. Tersangka dijerat Undang-Undang Nomor 23 Pasal 82 tahun 2002 tentang tindak pidana pencabulan anak di bawah umur dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Kapolres Majalengka Lena Suhayati melalui Kasat Reskrim Dedi Budiana, menambahkan, kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur di wilayah Kabupaten Majalengka dinilai memprihatinkan. Faktanya selama dua bulan terakhir sejak September hingga Oktober 2012 ini tercatat 8 kasus. Selain kasus Su, remaja yang nekad mencabuli anak TK, ada kasus Bapak Tiri, An (50) yang tergiur oleh anaknya hingga hamil 6 bulan. Terakhir, kasus asusila yang dilakukan oleh En (45) terhadap seorang pelajar SMA.

Dalam kasus yang diderita Mawar, sebut saja begitu, En mulanya berkenalan via HP. Karena seringnya pelaku berhubungan lewat HP tersebut membuat Mawar kecantol juga. “Kedua sering melakukan kencan, baik di penginapan daerah Kuningan dan Bandung. Mereka terlibat pacaran dan melakukan hubungan layaknya suami istri,” kilah Dedi.

Tanpa terasa hubungan kedua sejoli itu makin asyik saja, hingga pada akhirnya, Mawar duduk lesu dan lemas. Dia menangis dan menyesali saat menjalin kasih dengan En. Diketahui belakangan, bahwa lelaki bernama En, adalah seorang pembohong besar.

Menurut sumber di kepolisian Jatiwangi, En, sudah mengelabui petugas saat pemeriksaan. “Dia berbohong saat diinterogasi, dan malah menyebut saudaranyalah yang berbuat tak senonoh itu kepada Mawar,” kata salah satu petugas.

Namun, sehebat menyimpan rahasia, baunya tercium juga. Hal itu, baru disadari oleh keluarga Mawar yang marah dan langsung lapor kepada polsek setempat. Dari pengakuan korban dan dorongan keras keluarganya akhirnya melaporkan peristiwa yang membuat malu keluarga dan gelapnya masa depan Mawar. “En, akhirnya ditangkap di Kuningan di daerah asalnya dan kini meringkuk di sel tahanan Mapolres Majalengka guna mempertanggungjawabkan perbuatannya,” terangnya.

Petugas PPA Polres Majalengka Saepudin menambahkan, pihaknya ikut prihatin dengan maraknya kasus pencabulan anak di bawah umur. Dia ikut prihatin dengan arus globalisasi saat ini. Dengan kemajuan dunia teknologi, banyak pelaku dan korban, yang diakibatkan oleh kurang filter seseorang terhadap pesatnya kemajuan budaya global saat ini.

Semua pihak, baik pemerintah daerah, dinas terkait seperti Dinas Pendidikan, Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, serta unsur OPD di lingkungan Pemkab Majalengka, lebih lagi unsur kepolisian Majalengka hingga pengamanan di tingkat bawah, harus duduk satu meja. Bagaimana bisa membahas, menganalisa, dan berusaha menekan angka krimininalitas akibat perbuatan cabul tersebut. (gan)

Otong Hermana, Tokoh Masyarakat


Sutrisno Layak Dianugerahi Bapak Pembangunan Majalengka

 


Jatiwangi, JM, Warga Desa Andir Kecamatan Jatiwangi  dan seluruh warga di Kabupaten Majalengka yang mengakui keberhasilan pembangunan saat ini, tak bisa dilepaskan oleh peran pemimpin yang mampu membangun Kabupaten  Majalengka lebih maju dan bertekad kuat dalam menyejahterakan rakyatnya.
Sang pemimpin yang dimaksud tak lain adalah Bupati Sutrisno yang dikenal pro rakyat dan punya semangat dalam percepatan pembangunan. Dalam masa kepemimpinannya, perubahan ke arah yang lebih baik dan membawa kemaslahatan dengan perhatiannya kepada nasib rakyat kecil serta banyaknya program unggulan bagi warga miskin.

Atas prestasi dan dedikasi sang pemimpin tersebut, sangat layak jika Sutrisno, yang juga Bupati Majalengka dianugerahi sebagai Bapak Pembangunan. Penandaan tersebut dilakukan dalam pembangunan gapura bertuliskan H Sutrisno SE MSi, Bapak Pembangunan Majalengka, di lapang sepakbola Desa Andir.

Menurut penggagasnya Otong Hermana, pemberian anugerah kepada Sutrisno sudah layak karena sudah berusaha membawa perubahan buat Kabupaten Majalengka. Tekad sang pemimpin tersebut patut diapresiasi dan jadi motivasi bagi seluruh warga Majalengka.

“Dalam pemberian anugerah nanti ditandai juga dengan aksi jalan santai berhadiah dalam memperingati hari sumpah pemuda pada 28 Oktober 2012,” katanya. (gan)

Rakyat Majalengka Apresiasi Kinerja Sutrisno


Monumen Sutrisno  “Bapak Pembangunan Majalengka” Penghargaan Atas Anugerah Pembangunan


Monumen H.Sutrisno SE MSi "Bapak Pembangunan Majalengka" tampak artistik, di Desa Andir Kecamatan Jatiwangi
Majalengka, Warga Kecamatan Jatiwangi Kabupaten Majalengka memberikan penghargaan kepada Bupati Majalengka Sutrisno sebagai Bapak Pembangunan. Penghargaan tersebut murni dilakukan rakyat se-wilayah Jatiwangi atas kinerja Bupati Sutrisno yang dikenal giat dalam pelaksanaan pembangunan, perhatian kepada program kemiskinan, dan prestasi dalam membangun Kabupaten Majalengka dalam segala hal.

Menurut Otong Hermana, salah satu tokoh masyarakat, secara inisiatif masyarakat membangun gapura H Sutrisno SE MSi Bapak Pembangunan Majalengka, sebagai bentuk kreativitas masyarakat dan sebagai pemacu agar masyarakat pun dapat menggelorakan hasil kerja pembangunan. Secara simbolis Otong Hermana menyerahkan piagam penghargaan kepada Sutrisno disaksikan Wakil Bupati Karna Sobahi, Sekda Ade Rahmat Ali, dan sejumlah pejabat OPD di lingkungan Pemkab Majalengka, Ketua DPRD Majalengka Surahman, dan unsur  Muspida lainnya serta masyarakat umum.

Sutrisno sangat terharu dengan adanya penghargaan tersebut yang murni dari rakyat. “Penghargaan ini sungguh berat di pundak saya. Namun, bila rakyat tulus memberikannya, saya harus terus membangun daerah. Hal ini adalah spirit untuk terus membangun Kabupaten Majalengka. Bila ihklas, saya sampaikan terima kasih,” katanya.

Dia mengajak rakyat harus bersatu padu dan bergotong royong dalam membangun daerah demi tercapainya Majalengka yang Religius Maju dan Sejahtera (Remaja). Semua kerja keras selama ini dalam pembangunan daerah semata-mata buat rakyat Majalengka.

Menurutnya, Majalengka sebagai kota metropolitan sudah di depan mata. Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, pembangunan jalan tol, pembangunan rel kereta api cepat bawah tanah, membuktikan keseriusan pemerintah dalam percepatan pembangunan. Apalagi, rakyat Jatiwangi  sebentar lagi bakal punya Jatiwangi Square.

Camat Jatiwangi Ono Haryono menambahkan, pembangunan Jatiwangi Squre dibangun di atas tanah seluas 10,5 Ha yang punya fungsi modern antara sebagai pusat toko serba ada dan arena hiburan. Rakyat Jatiwangi punya semangat membangun dan mendukung proses pembangunan di segala bidang demi memajukan daerah. Selain penyerahan penghargaan sekaligus peresmian gapura, warga pun tumpah ruah dalam aksi jalan santai, sepeda ontel, dan undiah berhadiah.  (gan)